bisnis.laksamana.id – 04 Juli 2026 | Saya masih ingat ketika saya pertama kali membeli beberapa kebutuhan di minimarket. Kasir mengatakan, "Poinnya nambah ya. Struknya mau dibawa atau enggak?" Saya menjawab dengan cepat, "Enggak usah, Mbak." Struk langsung dibuang, belanjaan masuk tas, lalu pulang. Saya merasa itu adalah hal yang biasa saja. Namun, suatu hari, saya mengamati seorang bapak yang membeli beberapa kebutuhan rumah tangga. Setelah membayar, beliau memeriksa struk belanja dengan teliti. Bukan menghitung harga barang, melainkan melihat rincian pajak yang tercantum di bagian bawah struk. Setelah itu, beliau melipat struk tersebut dan menyimpannya di dompet. Saya sempat bertanya dalam hati, "Memangnya sepenting itu ya?" Peristiwa sederhana itu membuat saya sadar bahwa selama ini banyak dari kita hanya fokus pada nominal yang harus dibayar, tetapi hampir tidak pernah memperhatikan bagaimana transaksi itu dicatat. Kita sibuk mengumpulkan poin belanja, berburu cashback, atau mencari diskon, tetapi lupa melihat bagian kecil yang sebenarnya menyimpan informasi penting tentang pajak.
Setiap transaksi yang tercatat bukan hanya menjadi bukti bahwa kita telah membeli suatu barang. Di balik selembar struk itu terdapat jejak administrasi yang berkaitan dengan sistem perpajakan. Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap hal ini masih sangat rendah karena struk dianggap hanya secarik kertas yang akan berakhir di tempat sampah. Padahal, setiap orang yang berbelanja juga berinteraksi dengan sistem perpajakan, meskipun dalam skala yang sederhana.
Mungkin sudah waktunya cara mengenalkan pajak kepada masyarakat diubah. Bukan selalu dimulai dari seminar atau sosialisasi yang penuh istilah teknis, tetapi dari kebiasaan sehari-hari yang mudah dipahami. Misalnya, mengajak masyarakat membaca struk belanja, memahami informasi yang tertera di dalamnya, lalu menyadari bahwa setiap transaksi memiliki peran dalam membangun sistem yang lebih tertib. Saya mulai sadar bahwa menjadi warga negara yang peduli ternyata bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana.
Perubahan besar dalam perpajakan memang membutuhkan kebijakan yang baik. Namun, perubahan budaya juga sama pentingnya. Dan siapa sangka, langkah kecil itu bisa dimulai dari satu pertanyaan sederhana di depan kasir, "Struknya mau dibawa atau enggak?" Mungkin mulai hari ini, jawabannya tidak selalu "enggak usah."









