Scroll to read post

KPK Menghadapi Tantangan: Bagaimana Menghindari Bocoran OTT?

akbar Laksamana
KPK Menghadapi Tantangan: Bagaimana Menghindari Bocoran OTT?
KPK Menghadapi Tantangan: Bagaimana Menghindari Bocoran OTT?
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 04 Juli 2026 | Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menghadapi tantangan dalam menggelar operasi tangkap tangan (OTT) tanpa bocor. Dalam sepekan terakhir, KPK telah menggelar dua kali OTT, yaitu di Kuantan Singingi dan Langkat. Dua operasi senyap itu berhasil menangkap Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, dan Bupati Langkat, Syah Afandin.

Informasi mengenai kedua OTT ini sempat bocor sebelum para pihak diamankan. Dalam OTT di Kuantan Singingi, KPK sempat tidak menemukan keberadaan Bupati. Mereka kemudian mendapatkan informasi bahwa Suhardiman telah dijemput oleh pihak tertentu. KPK masih mendalami bagaimana Suhardiman dapat mengetahui keberadaan tim yang tengah melakukan operasi di Riau.

Sementara itu, dalam OTT di Langkat, KPK menyebutkan bahwa Syah Afandin telah mengetahui dirinya sedang dipantau oleh lembaga antirasuah. Ia bahkan membatalkan pertemuannya dengan sosok penyuap. Meski begitu, Syah Afandin membantah dirinya sudah tahu akan di-OTT KPK.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa OTT alias penyelidikan tertutup ini semestinya tidak diketahui oleh publik. Ia menduga bahwa kedatangan tim penyelidik ke suatu lokasi bisa saja menjadi indikasi bagi para pihak yang diduga korupsi bahwa akan dilakukan OTT.

Taufik menegaskan bahwa masalah ini masih akan didalami lebih lanjut. Evaluasi akan mencakup metode pengerahan tim penyelidik ke lapangan agar tidak mudah terdeteksi oleh pihak luar.

Meski begitu, upaya antisipasi dari pihak yang menjadi target tidak membuat operasi penindakan gagal, karena tim di lapangan tetap melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menemukan bukti tindak pidana.