Scroll to read post

Pasar AS Melonjak Setelah AS dan Iran Mencapai Kesepakatan Damai

Ngasari Tisa Tisa
Pasar AS Melonjak Setelah AS dan Iran Mencapai Kesepakatan Damai
Pasar AS Melonjak Setelah AS dan Iran Mencapai Kesepakatan Damai
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 16 Juni 2026 | Wall Street mengalami peningkatan signifikan pada penutupan perdagangan Senin (15/6), dengan indeks Nasdaq melonjak 3 persen dan Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Kesepakatan awal antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah serta membuka kembali Selat Hormuz menjadi penyebab utama dari kenaikan harga saham ini.

Pada penutupan perdagangan Senin, indeks Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan 468,77 poin atau 0,92 persen, menjadi 51.671,03. Indeks S&P 500 menguat 122,83 poin atau 1,65 persen, mencapai level 7.554,29. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite melonjak 795,10 poin atau 3,07 persen, mencapai level 26.683,94.

Kenaikan harga saham ini dipicu oleh harapan investor bahwa kembalinya aliran minyak dari Timur Tengah akan menurunkan harga minyak dan memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tanpa harus menaikkannya guna melawan inflasi. Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu.

Dalam pertemuan kebijakan moneter, Federal Reserve akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Menurut alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga minggu ini, tetapi masih ada peluang hampir 42 persen untuk kenaikan suku bunga.

Di sektor teknologi, saham SpaceX melonjak 19,6 persen pada hari kedua perdagangannya setelah IPO spektakuler perusahaan tersebut mendorong valuasinya melampaui USD 2 triliun. Saham SpaceX ditutup di level USD 192,46 dibanding harga IPO sebesar USD 135.

Pada perdagangan saham individual, saham maskapai penerbangan menjadi salah satu yang paling diuntungkan. Saham United Airlines naik 3,9 persen karena harapan biaya bahan bakar pesawat akan lebih murah seiring turunnya harga minyak. Perusahaan kapal pesiar juga menguat, dengan Norwegian Cruise Line Holdings naik 3,7 persen dan Carnival Corporation menguat 3,2 persen.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan Wall Street, turun untuk hari ketiga berturut-turut setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada pekan lalu. Indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) melonjak lebih dari 5 persen dan ditutup pada rekor tertinggi baru setelah sebelumnya sempat terkoreksi lebih dari 12 persen dari rekor sebelumnya sebelum bangkit dalam reli tiga hari berturut-turut.

Penguatan sektor chip dipimpin oleh Nvidia yang naik 3,5 persen dan Micron Technology yang melesat 10,5 persen setelah setidaknya dua perusahaan sekuritas menaikkan target harga saham perusahaan tersebut secara signifikan.

Di sisi lain, saham Fox Corporation anjlok 16,8 persen setelah mengumumkan akuisisi Roku senilai USD 22 miliar. Saham Roku sendiri turun 1,9 persen.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 21,29 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 20 sesi terakhir sebesar 20,82 miliar saham. Di Bursa New York (NYSE), jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 1,77 banding 1. Tercatat 502 saham mencetak rekor tertinggi baru dan 90 saham menyentuh level terendah baru.

Di Nasdaq, sebanyak 3.034 saham menguat dan 1.900 saham melemah. Indeks S&P 500 mencatat 41 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan tiga rekor terendah baru, sedangkan Nasdaq mencatat 202 rekor tertinggi baru dan 89 rekor terendah baru.

Dalam kesimpulan, kesepakatan awal antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah serta membuka kembali Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga saham di Wall Street. Namun, perhatian pasar juga tertuju pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu.