Scroll to read post

Wabah Ebola di Kongo Meningkatkan Ketegangan Masyarakat

Raaqiyah Suginah
Wabah Ebola di Kongo Meningkatkan Ketegangan Masyarakat
Wabah Ebola di Kongo Meningkatkan Ketegangan Masyarakat
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 22 Mei 2026 | Kondisi bangunan rumah sakit di Rwampara, Republik Demokratik Kongo, tampak hangus terbakar setelah massa melakukan aksi pembakaran pada Kamis (21/5/2026). Aksi tersebut diduga dipicu kemarahan warga yang tidak diizinkan mengakses jenazah anggota keluarga mereka yang meninggal akibat wabah Ebola.

Sebagian besar kasus ditemukan di Provinsi Ituri, wilayah timur laut Kongo, yang menjadi pusat penyebaran wabah. Daerah tersebut dikenal sulit dijangkau dan selama ini juga dilanda konflik kelompok bersenjata yang memperumit penanganan krisis kesehatan di kawasan itu.

Petugas medis ber-APD mengevakuasi pasien usai RS Rwampara dibakar massa akibat dilarang mengambil jasad kerabat yang meninggal akibat wabah Ebola di Kongo, (21/5/2026). Foto: SEROS MUYISA/AFP

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah meningkatkan ketegangan masyarakat terhadap penanganan wabah tersebut. Massa telah melakukan aksi pembakaran terhadap bangunan rumah sakit di Rwampara, yang diduga dipicu kemarahan warga yang tidak diizinkan mengakses jenazah anggota keluarga mereka.

World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa wabah Ebola terbaru di Republik Demokratik Kongo merupakan wabah ke-17 yang terjadi di negara tersebut. Hingga kini, wabah itu diduga telah menyebabkan 139 kematian dari hampir 600 kasus yang kemungkinan besar terinfeksi.

Sebagian besar kasus ditemukan di Provinsi Ituri, wilayah timur laut Kongo, yang menjadi pusat penyebaran wabah. Daerah tersebut dikenal sulit dijangkau dan selama ini juga dilanda konflik kelompok bersenjata yang memperumit penanganan krisis kesehatan di kawasan itu.

Penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah menjadi prioritas bagi pemerintah dan organisasi kesehatan internasional. Namun, krisis kesehatan di kawasan itu masih belum sepenuhnya teratasi.

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah meningkatkan ketegangan masyarakat terhadap penanganan wabah tersebut. Massa telah melakukan aksi pembakaran terhadap bangunan rumah sakit di Rwampara, yang diduga dipicu kemarahan warga yang tidak diizinkan mengakses jenazah anggota keluarga mereka.

World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa wabah Ebola terbaru di Republik Demokratik Kongo merupakan wabah ke-17 yang terjadi di negara tersebut. Hingga kini, wabah itu diduga telah menyebabkan 139 kematian dari hampir 600 kasus yang kemungkinan besar terinfeksi.

Sebagian besar kasus ditemukan di Provinsi Ituri, wilayah timur laut Kongo, yang menjadi pusat penyebaran wabah. Daerah tersebut dikenal sulit dijangkau dan selama ini juga dilanda konflik kelompok bersenjata yang memperumit penanganan krisis kesehatan di kawasan itu.

Kesimpulan