bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Pada hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp17.500, yang merupakan rekor tertinggi sejak tahun 1998. Hal ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan investor. Lalu, apa penyebab dan dampak ekonomi dari kejadian ini?
Pengamat ekonomi mencatat bahwa penyebab utama dari penurunan nilai rupiah adalah masalah fiskal yang dialami oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah telah menghadapi kesulitan dalam mengumpulkan pendapatan negara, sehingga menimbulkan defisit anggaran yang besar.
Defisit anggaran ini telah menyebabkan penurunan nilai rupiah, karena investor menjadi skeptis terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola ekonomi.
Bagaimana dampak ekonomi dari penurunan nilai rupiah? Salah satu dampaknya adalah peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Harga BBM dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah, sehingga penurunan nilai rupiah akan menyebabkan peningkatan harga BBM.
Peneliti ekonomi mengatakan bahwa peningkatan harga BBM akan berdampak pada harga barang-barang lain yang dipasok oleh industri pengolahan, seperti industri manufaktur.
Jadi, apa yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah eksternal ini? Salah satu cara adalah dengan meningkatkan pendapatan negara melalui penerimaan pajak dan non-pajak.
Dalam kesimpulan, penurunan nilai rupiah adalah masalah yang kompleks yang memerlukan solusi yang komprehensif. Pemerintah, investor, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dan menciptakan kestabilan ekonomi yang lebih baik.









