Scroll to read post

MQ-9 Reaper Membuat Sejarah di Brunei dengan Tanjakan Pertama

Pauel Scott
MQ-9 Reaper Membuat Sejarah di Brunei dengan Tanjakan Pertama
MQ-9 Reaper Membuat Sejarah di Brunei dengan Tanjakan Pertama
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 01 Juni 2026 | BANDAR SERI BEGAWAN – Pertemuan antara teknologi militer Amerika Serikat (AS) dan kekuatan pertahanan Brunei telah mencapai puncaknya dengan kedatangan MQ-9 Reaper, pesawat terbang tak berawak, di Rimba Air Force Base, Royal Brunei Air Force (RBAirF) pada hari Minggu (31 Mei 2026).

Sultan Hassanal Bolkiah mengunjungi dan memperhatikan lebih dekat pesawat selama upacara besar dalam rangka ulang tahun ke-65 Angkatan Bersenjata Brunei (RBAF).

Menurut Duta Besar Amerika Serikat di Brunei, MQ-9 Reaper telah mencapai sejarah dengan menyelesaikan tanjakan pertama di Brunei pada tanggal 29 Mei 2026. Peristiwa ini menunjukkan kekuatan pertahanan yang kuat antara AS dan Brunei, serta kemampuan canggih teknologi penerbangan militer Amerika.

MQ-9 Reaper adalah sebuah langkah maju dalam teknologi penerbangan militer modern. Operator Angkatan Udara AS mengontrol pesawat canggih ini secara jarak jauh dari pusat operasional di Amerika, memberikan kemampuan mencapai jarak global dan pengawasan persisten.

Angkatan Udara AS mayoritas menggunakan MQ-9 untuk pengawasan laut dan dukungan udara untuk misi-misi penting di seluruh dunia.

Mayor Kim dari Angkatan Udara AS menyatakan, "Pertemuan ini menunjukkan kedalaman kerja sama pertahanan bilateral AS dan Brunei, serta komitmen bersama untuk keamanan regional." Ia menambahkan, "Kami bangga untuk berpartisipasi dalam perayaan ulang tahun RBAF dan menampilkan kemampuan yang mendukung kepentingan keamanan bersama."

MQ-9 Reaper membuat sejarah di Brunei dengan menyelesaikan tanjakan pertama di negara tersebut. Peristiwa ini menunjukkan kekuatan pertahanan yang kuat antara AS dan Brunei.

MQ-9 Reaper adalah sebuah langkah maju dalam teknologi penerbangan militer modern. Pesawat canggih ini dapat dikontrol secara jarak jauh oleh operator Angkatan Udara AS, memberikan kemampuan mencapai jarak global dan pengawasan persisten.

Angkatan Udara AS mayoritas menggunakan MQ-9 untuk pengawasan laut dan dukungan udara untuk misi-misi penting di seluruh dunia.