bisnis.laksamana.id – 21 Mei 2026 | Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur yang terjadi April lalu.
Soerjanto juga menekankan bahwa investigasi KNKT dilakukan dengan prinsip tidak mencari kesalahan maupun menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum.
Ia menjelaskan bahwa kronologi pergerakan sejumlah rangkaian kereta di Stasiun Bekasi dan Bekasi Timur sebelum terjadinya kecelakaan adalah sebagai berikut:
Pada pukul 20:33:59 KA 5568 Commuter Line masuk dan berhenti di jalur 6 Stasiun Bekasi. Pukul 20:34:45 sampai dengan pukul 20:38:32 KA Sawunggalih masuk dan berhenti di jalur 3 Stasiun Bekasi untuk proses naik turun penumpang. Selanjutnya KA 116 (Sawunggalih) berangkat dari Stasiun Bekasi melalui jalur 3 menuju ke timur.
Pada pukul 20:45:32 KA 5568 Commuter Line berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur. Pada pukul 20:48:13 sampai 20:48:29 KA 5568A proses masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur di jalur 1.
KNKT juga mencatat bahwa pada pukul 20.48 terjadi kecelakaan antara KA 5181 Commuter Line dengan Taksi Green SM di perlintasan sebidang Bekasi Timur.
Hasil investigasi ini akan digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan keselamatan transportasi di Indonesia.
KNKT akan terus melakukan investigasi dan analisis untuk mengetahui penyebab kecelakaan dan mencegah kecelakaan serupa di masa depan.








