bisnis.laksamana.id – 11 Mei 2026 | Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali menggemparkan warga setelah erupsi yang terjadi pada hari Senin lalu. Dalam kejadian tersebut, proses pencarian dan penyelamatan korban masih berlangsung. Hingga saat ini, pihak berwenang melaporkan bahwa sebanyak 17 pendaki berhasil diselamatkan, sementara tiga orang lainnya, termasuk dua warga negara asing asal Singapura, ditemukan meninggal dunia.
Erupsi Gunung Dukono telah menimbulkan dampak signifikan, tidak hanya bagi pendaki yang berada di sekitar kawasan gunung, tetapi juga bagi masyarakat lokal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama tim Search and Rescue (SAR) terus melakukan operasi pencarian di area yang terdampak. Tim ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi bahaya dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Salah satu anggota tim SAR menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam dan melibatkan banyak personel. “Kami sangat bersyukur karena berhasil menyelamatkan 17 orang. Namun, kehilangan tiga nyawa merupakan duka yang mendalam bagi kami semua,” ujarnya.
Selain itu, BPBD juga menghimbau kepada masyarakat dan pendaki untuk lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar kawasan gunung berapi, terutama Gunung Dukono yang dikenal cukup aktif. Mereka disarankan untuk selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi gunung dan mengikuti arahan dari petugas setempat.
Dalam upaya memberikan informasi yang akurat, pihak berwenang juga melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas vulkanik Gunung Dukono. Alat pemantau seismik dan visual digunakan untuk mendeteksi potensi erupsi lebih lanjut. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menghindari terjadinya korban jiwa lebih banyak di masa mendatang.
Gunung Dukono sendiri merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam aktivitas vulkaniknya. Sebelumnya, gunung ini telah mengalami beberapa kali erupsi, yang terkadang menyebabkan kerugian bagi pendaki dan penduduk lokal. Masyarakat setempat pun diingatkan untuk selalu waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda aktivitas vulkanik yang mungkin terjadi.
Selanjutnya, BPBD berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Bantuan ini berupa dukungan psikologis dan materiil bagi mereka yang terkena dampak langsung dari erupsi. Pihak pemerintah juga berkomitmen untuk terus memberikan perhatian lebih terhadap keselamatan masyarakat di wilayah rawan bencana.
Ke depan, diharapkan agar kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran akan risiko bencana alam, terutama yang berkaitan dengan aktivitas gunung berapi. Dengan demikian, diharapkan keselamatan dan keamanan pendaki serta warga setempat dapat terjaga dengan baik.









