bisnis.laksamana.id – 28 Mei 2026 | Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan evaluasi mayor terhadap emiten di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII). Evaluasi ini berlaku efektif mulai tanggal 2 Juni 2026 dan berakhir pada tanggal 30 November 2026.
Menurut informasi dari laman keterbukaan informasi BEI, BEI telah mengeluarkan 72 emiten dari ISSI. Emiten-emitennya berasal dari papan utama, pengembangan, hingga pemantauan khusus. Sementara itu, BEI telah memasukkan 16 emiten ke indeks ISSI di papan utama.
Di dalam ISSI, BEI telah mengeluarkan 72 emiten, yaitu:
- PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
- PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI)
- PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)
- PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)
- PT Asia Pramulia Tbk (ASPR)
- PT Eratex Djaja Tbk (ERTX)
- PT Jaya Trishindo Tbk (HELI)
- PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS)
- PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL)
- PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH)
- PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC)
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
- PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)
- PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN)
Sementara itu, di dalam JII, BEI telah mengeluarkan 7 emiten, yaitu:
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
- PT Indosat Tbk (ISAT)
- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
Di dalam JII, BEI telah memasukkan 7 emiten di papan utama, yaitu:
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
- PT Sentul City Tbk (BKSL)
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
Indeks ISSI pada perdagangan Selasa kemarin ditutup melemah 1,20% ke level 215,22 dari level 217,84. Sementara itu, indeks JII ditutup melemah 1,06% ke level 381,93 dari level 386,03.
Indeks komposit atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi 1,23% ke level 6.130,19 dari 6.206,36.
Dengan demikian, evaluasi mayor ini memiliki dampak signifikan terhadap pasar saham di Indonesia.








