Scroll to read post

Pekerja Muda semakin Tergantung pada Teknologi AI dalam Pekerjaan

Ngasari Tisa Tisa
Pekerja Muda semakin Tergantung pada Teknologi AI dalam Pekerjaan
Pekerja Muda semakin Tergantung pada Teknologi AI dalam Pekerjaan
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan pekerja muda. Menurut laporan Deloitte, 74% generasi milenial dan Gen Z telah menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya, dari 57% untuk Gen Z dan 56% untuk milenial. Survei ini melibatkan lebih dari 22.500 responden dari 44 negara.

Deloitte mendefinisikan Gen Z sebagai mereka yang lahir pada 1995-2007, sedangkan milenial lahir pada 1983-1994. Laporan itu mengungkapkan bahwa AI dipandang sebagai "akselerator", bukan ancaman. Faktanya, AI membantu pekerja muda dalam mengelola tekanan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas.

Bagaimana AI membantu pekerja muda? AI dapat membantu dalam pekerjaan administratif, analisis data, dan bahkan dalam pembuatan keputusan. AI juga dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan. Namun, perlu diingat bahwa AI tidak dapat menggantikan kemampuan manusia dalam beberapa aspek. Pekerja muda masih perlu memiliki kemampuan kritis, analitis, dan kreatif untuk menyelesaikan tugas yang kompleks.

Survei Deloitte ini menunjukkan bahwa pekerja muda semakin tergantung pada teknologi AI dalam pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan pekerja muda. Namun, perlu diingat bahwa AI tidak dapat menggantikan kemampuan manusia. Pekerja muda perlu memiliki kemampuan kritis, analitis, dan kreatif untuk menyelesaikan tugas yang kompleks.