Scroll to read post

Mengapa Doomscrolling Membahayakan Kesehatan Mental Kita?

Rosmiya Patricea
Mengapa Doomscrolling Membahayakan Kesehatan Mental Kita?
Mengapa Doomscrolling Membahayakan Kesehatan Mental Kita?
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Doomscrolling adalah fenomena yang semakin umum di tengah masyarakat modern, di mana individu terjebak dalam siklus menggulir berita negatif tanpa henti. Kebiasaan ini tidak hanya membuat kita merasa lebih buruk, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang yang merugikan bagi kesehatan mental.

Perilaku doomscrolling sering kali terjadi secara tidak sadar, seperti yang dialami oleh banyak orang di malam hari ketika mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca tentang konflik, perubahan iklim, dan krisis ekonomi. Meskipun mengetahui bahwa informasi tersebut dapat memperburuk perasaan, tangan tetap bergerak untuk menggulir berita selanjutnya.

Psikologi di balik doomscrolling sejatinya berakar pada mekanisme kewaspadaan terhadap ancaman yang telah ada sejak zaman prasejarah. Otak manusia secara alami lebih responsif terhadap informasi negatif daripada positif, sebuah sifat yang dulunya membantu kelangsungan hidup. Namun, di era digital saat ini, perilaku ini diperburuk oleh adanya platform media sosial yang terus-menerus memberikan feed berita yang tak berujung dan notifikasi yang menggoda.

Lingkaran kecemasan ini sulit diputus. Semakin kita mencari informasi untuk memahami situasi, semakin besar kecemasan yang kita rasakan. Dalam hal ini, platform-platform tersebut tampaknya tidak peduli dengan kesehatan mental penggunanya, asalkan kita tetap terhubung dan terlibat dengan konten mereka.

Selain menimbulkan kecemasan, doomscrolling juga membawa konsekuensi yang lebih dalam. Setiap sesi menggulir berita negatif dapat berdampak pada kualitas tidur, suasana hati, dan bahkan pandangan kita terhadap dunia. Fenomena ini dikenal dengan istilah "mean world syndrome", di mana paparan berlebihan terhadap konten negatif menyebabkan individu memandang dunia sebagai tempat yang lebih berbahaya daripada kenyataannya.

Namun, solusi untuk mengatasi doomscrolling tidak harus melibatkan penyangkalan atau pengabaian terhadap realitas. Menyadari bahwa kita peduli terhadap isu-isu penting seperti perubahan iklim dan keadilan sosial adalah hal yang sehat. Yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana cara kita mendekati informasi tersebut.

Dengan membedakan antara membaca berita secara sadar dan terjadwal dengan praktik menggulir tanpa tujuan, kita dapat mengubah cara kita berinteraksi dengan informasi. Hal ini akan membantu kita untuk tidak terjebak dalam kecanduan kecemasan yang dapat mengganggu kesejahteraan mental.

Sebelum membuka aplikasi berita, ajukan pertanyaan pada diri sendiri: "Apakah saya membuka ini untuk memahami atau karena saya tidak tahu harus melakukan apa lagi?" Jawaban yang jujur dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi kebiasaan ini.

Adalah penting untuk tetap terhubung dengan isu-isu penting tanpa membiarkan diri kita terjebak dalam lautan kecemasan. Kita harus berlatih untuk hadir secara penuh dengan informasi yang kita konsumsi, mencerna dengan baik, dan memilih dengan sadar kapan harus berhenti. Ini bukan tentang mengabaikan kenyataan, tetapi tentang menjaga keseimbangan antara kepedulian dan kesehatan mental.

Doomscrolling adalah fenomena yang mencerminkan tantangan besar di era informasi ini, dan penting bagi kita untuk menemukan cara-cara yang lebih sehat untuk terlibat dengan dunia di sekitar kita.