bisnis.laksamana.id – 15 Mei 2026 | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengonfirmasi posisi Indonesia sebagai pusat regional dalam jaringan International Space Environment Service (ISES) untuk memprediksi cuaca antariksa. Peran strategis ini memperkuat posisi Indonesia dalam sistem pengawasan aktivitas matahari dan geomagnetik di wilayah Asia-Australia.
Keterlibatan Indonesia dalam kelompok bergengsi tersebut menjadi indikator perkembangan pesat sistem prediksi cuaca nasional yang diakui secara internasional. Indonesia kini memegang tanggung jawab besar dalam menyediakan data akurat mengenai kondisi lingkungan antariksa yang berdampak pada teknologi bumi.
Peneliti Riset Antariksa BRIN, Tiar Dani, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan bagian dari struktur keanggotaan global yang mencakup berbagai wilayah koordinasi penting. Sektor koordinasi ini terbagi menjadi wilayah Pasifik, Asia-Australia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Amerika Selatan.
Indonesia sebagai pusat regional ISES memiliki peran penting dalam menyediakan informasi tentang aktivitas matahari dan geomagnetik yang dapat mempengaruhi teknologi bumi. Dengan demikian, Indonesia dapat membantu dalam meningkatkan keamanan dan kestabilan sumber daya alam di wilayah Asia-Australia.
Peran strategis Indonesia dalam jaringan ISES juga dapat meningkatkan kemampuan negara dalam menghadapi tantangan lingkungan antariksa. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam bidang pengembangan sistem prediksi cuaca antariksa.
Kesimpulan, posisi Indonesia sebagai pusat regional ISES menunjukkan perkembangan pesat sistem prediksi cuaca nasional yang diakui secara internasional. Indonesia memiliki peran penting dalam menyediakan informasi tentang aktivitas matahari dan geomagnetik yang dapat mempengaruhi teknologi bumi. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan keamanan dan kestabilan sumber daya alam di wilayah Asia-Australia.









