bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Telkom Indonesia (TLKM) mengalami penurunan laba bersih yang signifikan pada tahun 2025, dengan angka mencapai -20% secara year-on-year (YoY). Penurunan ini disebabkan oleh beban percepatan depresiasi yang meningkat, yang mengganggu kinerja keuangan perusahaan.
Dalam laporan keuangannya, Telkom mencatatkan laba bersih yang tertekan akibat perubahan strategi bisnis dan investasi yang dilakukan. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan infrastruktur digital yang membutuhkan pengeluaran besar, sehingga berdampak pada profitabilitas.
Dalam hal pendapatan, Telkom juga mencatatkan penurunan. Total shareholder return yang dicapai perusahaan ini hanya sebesar 35,7% pada tahun 2025, yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Beberapa analis menilai bahwa penurunan laba bersih ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi manajemen Telkom. Mereka menyarankan agar perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi investasi dan operasionalnya.
Selain itu, Telkomsel, sebagai anak perusahaan Telkom, juga diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan grup. Fokus Telkomsel saat ini adalah pada peningkatan Average Revenue Per User (ARPU) dan ekspansi dalam layanan data center, yang diharapkan dapat mendongkrak pendapatan di tahun-tahun mendatang.
Berbagai langkah sudah dan akan diambil oleh manajemen untuk menanggulangi penurunan ini, termasuk restrukturisasi dan perbaikan efisiensi operasional. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan kembali ke jalur pertumbuhan yang positif.
Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan besar yang dihadapi Telkom pada tahun 2025, perusahaan ini tetap optimis akan masa depan. Dengan berbagai inisiatif yang sedang dijalankan, diharapkan kinerja keuangan akan membaik di tahun-tahun berikutnya.









