Scroll to read post

BEM UI Mengadakan Aksi Gotong Keranda untuk Menceritakan Kehilangan Reformasi Polri

shaib Oxley shaib
BEM UI Mengadakan Aksi Gotong Keranda untuk Menceritakan Kehilangan Reformasi Polri
BEM UI Mengadakan Aksi Gotong Keranda untuk Menceritakan Kehilangan Reformasi Polri
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 01 Juli 2026 | Pada Hari Bhayangkara ke-80, BEM UI mengadakan aksi gotong keranda menuju Mabes Polri. Aksi ini dilakukan sebagai simbol duka cita atas kehilangan reformasi kepolisian di Indonesia. BEM UI membawa keranda hijau dan karangan bunga sebagai tanda kesedihan atas kejadian ini.

Aksi gotong keranda ini merupakan bentuk dukungan BEM UI terhadap reformasi kepolisian yang telah berakhir. Mereka berusaha untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran dalam sistem kepolisian di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, BEM UI juga mengungkapkan kekecewaan mereka atas kehilangan reformasi kepolisian. Mereka berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi pihak berwenang untuk memperbaiki sistem kepolisian di Indonesia.

BEM UI juga mengajukan beberapa saran untuk memperbaiki sistem kepolisian di Indonesia. Mereka berpendapat bahwa perlu adanya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem kepolisian. Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa perlu adanya peningkatan sumber daya dan infrastruktur untuk memperlancar jalannya sistem kepolisian.

Aksi gotong keranda ini diharapkan dapat menjadi simbol kesadaran masyarakat akan pentingnya reformasi kepolisian di Indonesia. BEM UI berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem kepolisian di Indonesia.

Dengan demikian, BEM UI berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi pihak berwenang untuk memperbaiki sistem kepolisian di Indonesia. Mereka berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih baik bagi sistem kepolisian di Indonesia.

Dengan demikian, aksi gotong keranda ini diharapkan dapat menjadi simbol kesadaran masyarakat akan pentingnya reformasi kepolisian di Indonesia. BEM UI berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem kepolisian di Indonesia.