bisnis.laksamana.id – 27 Juni 2026 | Apple telah mengalami kenaikan harga pada sebagian besar lini produk rekondisi atau Certified Refurbished di toko online mereka. Kebijakan ini berdampak langsung pada konsumen yang mencari alternatif perangkat Mac dan iPad dengan harga lebih miring.
Kenaikan harga ini mencatat rata-rata peningkatan sebesar USD 160 hingga USD 180 atau sekitar Rp 2,8 juta sampai Rp 3,2 juta. Perangkat Mac terpantau jauh lebih signifikan dibandingkan kelompok produk iPad.
Sebagai contoh, MacBook Pro 14 inci dengan chip M4 Pro versi rekondisi mengalami kenaikan dari harga awal USD 1.699 (Rp 30,3 juta) menjadi USD 1.779 (Rp 31,7 juta). Sementara itu, untuk varian display Nano-texture, harganya melesat dari USD 1.829 (Rp 32,7 juta) ke angka USD 1.909 (Rp 34,1 juta).
Kenaikan harga ini diyakini disebabkan oleh krisis komponen AI yang menghambat produksi perangkat Apple. Kondisi ini telah mempengaruhi rantai pasokan dan akhirnya memicu kenaikan harga.
Apple telah mengalami beberapa tantangan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk krisis chip dan ketergantungan pada supplier tertentu. Kenaikan harga ini merupakan tindakan yang diambil perusahaan untuk mengatasi masalah tersebut.
Bagi konsumen, kenaikan harga ini dapat menjadi tantangan. Namun, perlu diingat bahwa produk rekondisi masih menawarkan nilai yang kompetitif dibandingkan dengan perangkat baru.
Apple masih belum mengumumkan kapan kenaikan harga akan berlangsung. Namun, diyakini bahwa kenaikan harga ini akan berdampak pada konsumen dan mungkin akan mengubah strategi pembelian mereka.
Perlu diingat bahwa kenaikan harga ini tidak berdampak pada perangkat baru Apple, melainkan hanya pada produk rekondisi.
Apple akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi krisis komponen AI.








