bisnis.laksamana.id – 15 Juni 2026 | Motor listrik bekas mulai menunjukkan geliat di pasar Indonesia. Konsumen yang ingin berganti kendaraan atau memiliki alasan tertentu menjual motor listrik mereka. Namun, ada juga fenomena konsumen yang membeli motor listrik hanya karena penasaran, lalu menjualnya kembali.
Hal ini juga disebabkan oleh kondisi baterai yang mulai mengalami penurunan performa. Pemilik motor listrik yang masih menggunakan baterai jenis Sealed Lead Acid (SLA) sering menjual kendaraan mereka karena baterainya sudah turun sekitar 30 persen.
Penurunan kondisi baterai tersebut turut memengaruhi harga jual motor listrik bekas. Selisihnya bahkan bisa mencapai lebih dari separuh harga saat unit masih baru. Motor listrik yang saat baru dijual dengan harga sekitar Rp 14 jutaan setelah subsidi, umumnya hanya dihargai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta ketika kondisi baterainya sudah menurun.
Sebelum kembali dipasarkan kepada konsumen, unit-unit tersebut umumnya akan menjalani perbaikan terlebih dahulu. Khusus motor listrik yang masih menggunakan baterai SLA, penggantian baterai menjadi salah satu langkah yang kerap dilakukan agar kendaraan kembali optimal saat dijual.
Di akhirnya, motor listrik bekas menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan yang ramah lingkungan dan efisien. Namun, perlu diingat bahwa kondisi baterai yang menurun dapat memengaruhi harga jual motor listrik bekas.
Hal ini membuat penting bagi konsumen untuk memilih motor listrik yang memiliki baterai yang masih dalam kondisi baik sebelum membelinya.








