bisnis.laksamana.id – 12 Juni 2026 | Pada hari Jumat, 12 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup dengan pergerakan yang positif. IHSG melesat 2,07 persen, mencapai level 6.007,656. Hal ini disebabkan oleh peningkatan saham-saham besar dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar saham.
Secara spesifik, IHSG dibuka dengan pergerakan yang kuat, naik 1,31 persen dan hampir mencapai level 6.000. Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup naik 121 poin, mengalahkan level sebelumnya. Pada hari ini, tercatat 615 saham menguat, 108 saham melemah, dan 93 saham stagnan.
Nilai transaksi perdagangan tercatat sebesar Rp 19,970 triliun dengan volume 35,143 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2.336.801 kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.582,561 triliun.
Saham-saham penggerak (top gainers) hari ini di antaranya ASPR (Asia Pramulia Tbk) naik 30,91 persen, PPRE (PP Presisi Tbk) naik 20,00 persen, INDY (Indika Energy Tbk) naik 18,32 persen, DSSA (Dian Swastatika Sentosa Tbk) naik 14,38 persen, dan BULL (Buana Lintas Lautan Tbk) naik 12,88 persen.
Dalam laporan yang sama, harga minyak global mengalami penurunan signifikan. Pada hari Jumat, 12 Juni 2026, harga minyak global mencapai level terendah dalam dua bulan terakhir. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 1,9 persen menjadi USD 86,08 per barel, sementara minyak mentah Brent melemah 1,5 persen ke level USD 89,08 per barel.
Di sisi lain, pasar komoditas menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Harga batu bara mengalami kenaikan tipis 0,53 persen menjadi USD 157,75 per ton. Demikian pula, harga minyak kelapa sawit (CPO) menguat 0,29 persen, ditutup pada MYR 4.551 per ton.
Logam industri juga mencatatkan performa positif. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik 0,08 persen menjadi USD 17.693 per ton. Kenaikan yang lebih mencolok terlihat pada harga timah, yang melonjak 1,71 persen dan menetap di USD 52.848 per ton di LME.
Dengan demikian, IHSG terus menunjukkan pergerakan yang positif, dan harga minyak global masih mengalami penurunan. Namun, perlu diingat bahwa pasar saham dan komoditas terus berubah dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.









